Menjadi ibu tunggal itu tidak mudah, tapi anda pasti bisa (bagian satu)

Setelah sekian lama, sepertinya saya tergerak untuk mengangkat tema seperti judul diatas. Tulisan ini dibuat untuk para ibu tunggal yang mungkin masih merasa dunia akan runtuh, dan tak tahu akan masa depan. Maaf, bukan bermaksud untuk menyepelekan. Mohon anda semua bisa melihat apa yang kita sudah kita miliki adalah bagian terindah dari nikmat yang diberikan olehNya. Dan sudah sepantasnya kita bersyukur melihat keadaan kita saat ini. Meski kita tahu, tak mudah mengatasinya. Tapi saya tetap yakin, anda pasti bisa.

Awalnya, seperti teman-teman semua, tidak akan suka akan perpisahan dengan pasangan. Apalagi hal ini terjadi di usia pernikahan yang masih sangat muda. Dan biduk bahtera baru saja dikayuh. Tetapi masalah benar-benar menghujam diri, hingga tak kuasa untuk menahan beban seorang diri. Apalagi Papa baru saja wafat di tahun yang sama setelah menikah. Terbayang beratnya. Dan saat itu harapan agar pasangan bisa menjadi seorang suami ideal dan kepala rumah tangga begitu mendesak dan mendera hati ini. Tapi kenyataan berbicara lain. Pasangan tak lagi bisa diandalkan, dan tidak bisa menjadi imam dalam rumah tangga. Apa boleh buat…mungkin perpisahan adalah jalan terbaik.

Saat perpisahan terjadi, yang ada dibenak kita adalah, bagaimana menghadapi hari esok. Bagaimana menghadapi si kecil yang semakin tumbuh dewasa. Bagaimana masa depannya. Kita begitu ketakutan akan masa depan. Padahal kita sendiri sudah ada didalam masa depan itu. Kita lupa betapa selama ini nikmat hidup, nikmat iman, nikmat umur telah kita nikmati tanpa ada yang perlu kita bayar. Semua atas kemurahan Allah Subhanallahu Wata Alla. Jadi untuk apa lagi kita mengkhawatirkan masa depan…karena Allah SWT akan menjamin rezeki untuk kita semua.

Tapi pikiran buruk yang saya ungkapkan tidaklah salah jika itu terjadi pada anda semua. Karena yang kita hadapi bukan masalah biasa. Namun masalah hidup yang sebisa mungkin akan dihindari oleh semuanya. Jadilah kita berprasangka buruk pada semuanya. Dan yang paling parah, kita berprasangka buruk pada Allah SWT…hayooo ngaku…pernah kan mengalami hal itu ?

Saya sendiri telah menjadi ibu selama 7 tahun lebih…durasi yang cukup panjang bagi seseorang menjadi ibu. Durasi ini terasa lebih panjang karena saya menjalaninya seorang diri. Maksudnya tanpa pendamping. Tapi saya bersyukur, ada Mama yang selalu ada disisi saya saat saya susah dan senang.

Saya wanita bekerja, memiliki anak perempuan semata wayang, yang begitu menggemaskan dan kini sudah kelas 2 SD. Anakku begitu mencengangkan. Bahkan hari-harinya terasa penuh keajaiban. Sehingga hidupku begitu berwarna bersama dia. Setiap harinya, aku mengurus si kecil dibantu Mama dan seorang pembantu rumah tangga di rumah. Untuk semua urusan si kecil,saya selalu mengutamakan kemandiriannya. Saya ingin jika dewasa benar-benar mandiri dan tidak tergantung kepada siapapun terutama untuk urusan pribadinya. Saya tidak ingin si kecil manja dan terlalu tergantung sama orang lain.

Ternyata tidak mudah menaklukkan si kecil, awalnya eyang putri selalu memberikan apa yang dia minta. Hmm..sepertinya si kecil dapat dukungan. Terlihat sekali, si kecil menikmatinya. Bahkan setiap kali kusuruh mengerjakan tugas sekolah, dia selalu bertanya pada eyang putrinya. Eyang putrinya selalu membelanya. Bahkan terkadang malah meminta kita ikut membantunya. Memang sii gak ada yang salah dengan membantu si kecil. Tapi karena si kecil terlalu sering dibantu, dia jadi mulai malas dalam mencari jawaban untuk tugasnya sendiri. Misalnya dalam mengerjakan tugasnya, ada bacaan yang harus dibaca, dianalisa dan dicari jawabannya melalui bacaan. Yang pasti dia harus membaca, sementara eyang puteri malah membantunya mencari jawaban di bacaan. Yang terjadi si kecil jadi keenakan. Dan pada tugas selanjutnya dia enggan membaca.

Hal ini, membuat kita para orang tua jadi merasa tidak lagi dihargai. Karena si kecil berani menentang karena merasa dibela eyangnya.

Bersambung ke bagian-2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s