Niat ke baitullah….jangan pernah ditunda karena apapun

Motivasi dari Rasulullah Saw
 
“Sungguh setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan ridha) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya (akan mendapat ridha) Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Bukhari Muslim)
 
Setiap kali membaca hadist ini saya merasa setiap pekerjaan apapun hasilnya akan baik selama niatnya baik. Termasuk niatan untuk pergi umroh/haji.
Yang terbesit didalam hati kita ketika seseorang bertanya “Yuuk ikutan ke baitullah untuk umroh atau haji..mau kan?”
Biasanya orang yang ditanya itu akan menjawab “Yah..niatan sih ada, tapi soal dana saya mah belum ada. Gak tahu deh kapan adanya.”
Percaya atau tidak, apa yang kita jawab itu sebagian besar akan masuk ke otak kita. Kemudian tanpa sadar kita telah mengubah mindset kita dari positif ke negatif. Dan secara tak langsung kita meragukan kemampuan Allah SWT untuk memberangkatkan hambaNya untuk menjadi tamuNya
 
Saya sedih sekali setiap mendengar hal ini, Allah SWT Yang Maha Besar…Maha berkuasa atas segala sesuatu, yang mengatur segala kehidupan kita. Punya segalanya….Alam semesta beserta isinya.., tapi kita yang lemah, tak pernah bersandar padaNya.
Kita hanya menyandarkan pada pikiran kita semata.
Tentunya ini jadi hal yang terbalik. Allah Maha Besar, Maha Kaya, Maha Kuat….dan Maha Mengatur segala sesuatu. Allah mampu menciptakan alam semesta…kita adalah ciptaanNya…tapi kenapa kita ragu akan Kuasa, Kekayaan dan Kehendaknya yang mampu Dia wujudkan jika dia sudah berkehendak.
dengan satu kata “Kun…Fayakun”…. Allahu Akbar
 
Sesungguhnya… Alllah memampukan orang-orang yang berniat pergi ke tanah suci. Allah akan mengganti biaya pergi ke tanah suci umroh dan haji.
 
Niat kuat tentunya akan berpengaruh pada ikhtiar seseorang. Semakin kuat niatnya, akan semakin keras ikhtiar mengumpulkan rezeki. Dan tentunya bukan hanya sekedar berkata….Niat sihh ada..tapi uangnya belum  ada…..Niat seperti ini, niat yang main-main alias tidak terbukti kebenarannya. Karena jika punya Niat teguh, tentunya aka nada kesungguhan mewujudkannya.
 
Niatan itu sebaiknya segera dibawa dalam doa, diniatkan dengan sungguh-sungguh dan dawamkan dalam doa yang sungguh-sungguh agar Allah SWT segera memampukan kita untuk pergi ke baitullah.
 
Yuuks…..kita ke baitullah….segera
 
Aamiin yaa rabbal alamiin
 
Labbaik Allahumma labaik…labaik laa syarikalaka labbaik. Innal hamda laka wal mulk..laa syarikalak

KEUTAMAAN MEMBACA SURAT AL-KAHFI PADA HARI JUMAT

Hari Jum’at merupakan hari yang mulia. Bukti kemuliaannya, Allah mentakdirkan beberapa kejadian besar pada hari tersebut. Dan juga ada beberapa amal ibadah yang dikhususkan pada malam dan siang harinya, khususnya pelaksanaan shalat Jum’at berikut amal-amal yang mengiringinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ
Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling afdhal adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan, dan pada hari itu juga ditiup sangkakala dan akan terjadi kematian seluruh makhluk. . . . ” (HR. Abu Dawud, an Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan al Hakim dari hadits Aus bin Aus)
Membaca Surat Al-Kahfi
Salah satu amal ibadah khusus yang diistimewakan pelakasanaannya pada hari Jum’at adalah membaca surat Al-Kahfi. Berikut ini kami sebutkan beberapa dalil shahih yang menyebutkan perintah tersebut dan keutamaannya.
1. Dari Abu Sa’id al-Khudri radliyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ
Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul ‘atiq.” (Sunan Ad-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim serta dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 736)
2. Dalam riwayat lain masih dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu,
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ أَضَآءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ
“Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum’at.” (HR. Al-Hakim: 2/368 dan Al-Baihaqi: 3/249. Ibnul Hajar mengomentari hadits ini dalamTakhrij al-Adzkar, “Hadits hasan.” Beliau menyatakan bahwa hadits ini adalah hadits paling kuat tentang surat Al-Kahfi. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih al-Jami’, no. 6470)
3. Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ سَطَعَ لَهُ نُوْرٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءَ يُضِيْءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ
Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.
Al-Mundziri berkata: hadits ini diriwayatkan oleh Abu Bakr bin Mardawaih dalam tafsirnya dengan isnad yang tidak apa-apa. (Dari kitab at-Targhib wa al- Tarhib: 1/298)”
Kapan Membacanya?
Sunnah membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at atau pada hari Jum’atnya. Dan malam Jum’at diawali sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis. Kesempatan ini berakhir sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’atnya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa kesempatan membaca surat Al-Kahfi adalah sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis sore sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’at.
Imam Al-Syafi’i rahimahullah dalam Al-Umm menyatakan bahwa membaca surat al-Kahfi bisa dilakukan pada malam Jum’at dan siangnya berdasarkan riwayat tentangnya. (Al-Umm, Imam al-Syafi’i: 1/237).
Mengenai hal ini, al-Hafidzh Ibnul Hajar rahimahullaah mengungkapkan dalam Amali-nya: Demikian riwayat-riwayat yang ada menggunakan kata “hari” atau “malam” Jum’at. Maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud “hari” temasuk malamnya. Demikian pula sebaliknya, “malam” adalah malam jum’at dan siangnya. (Lihat: Faidh al-Qadir: 6/199).
DR Muhammad Bakar Isma’il dalam Al-Fiqh al Wadhih min al Kitab wa al Sunnah menyebutkan bahwa di antara amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan pada malam dan hari Jum’at adalah membaca surat al-Kahfi berdasarkan hadits di atas. (Al-Fiqhul Wadhih minal Kitab was Sunnah, hal 241).
Kesempatan membaca surat Al-Kahfi adalah sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis sore sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’at.
Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi di Hari Jum’at
Dari beberapa riwayat di atas, bahwa ganjaran yang disiapkan bagi orang yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at atau pada siang harinya akan diberikan cahaya (disinari). Dan cahaya ini diberikan pada hari kiamat, yang memanjang dari bawah kedua telapak kakinya sampai ke langit. Dan hal ini menunjukkan panjangnya jarak cahaya yang diberikan kepadanya, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ
Pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka.” (QS. Al-Hadid: 12)
Balasan kedua bagi orang yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at berupa ampunan dosa antara dua Jum’at. Dan boleh jadi inilah maksud dari disinari di antara dua Jum’at. Karena nurr (cahaya) ketaatan akan menghapuskan kegelapan maksiat, seperti firman Allah Ta’ala:
إن الحسنات يُذْهِبْن السيئات
Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Huud: 114)
Surat Al-Kahfi dan Fitnah Dajjal
Manfaat lain surat Al-Kahfi yang telah dijelaskan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah untuk menangkal fitnah Dajjal. Yaitu dengan membaca dan menghafal beberapa ayat dari surat Al-Kahfi. Sebagian riwayat menerangkan sepuluh yang pertama, sebagian keterangan lagi sepuluh ayat terakhir.
Imam Muslim meriwayatkan dari hadits al-Nawas bin Sam’an yang cukup panjang, yang di dalam riwayat tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,  “Maka barangsiapa di antara kamu yang mendapatinya (mendapati zaman Dajjal) hendaknya ia membacakan atasnya ayat-ayat permulaan surat al-Kahfi.
Dalam riwayat Muslim yang lain, dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallambersabda, “Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat dari permulaan surat al-Kahfi, maka ia dilindungi dari Dajjal.” Yakni dari huru-haranya.
Imam Muslim berkata, Syu’bah berkata, “Dari bagian akhir surat al-Kahfi.” Dan Hammam berkata, “Dari permulaan surat al-Kahfi.” (Shahih Muslim, Kitab Shalah al-Mufassirin, Bab; Fadhlu Surah al-Kahfi wa Aayah al-Kursi: 6/92-93)
Imam Nawawi berkata, “Sebabnya, karena pada awal-awal surat al-Kahfi itu tedapat/ berisi keajaiban-keajaiban dan tanda-tanda kebesaran Allah. Maka orang yang merenungkan tidak akan tertipu dengan fitnah Dajjal. Demikian juga pada akhirnya, yaitu firman Allah:
أَفَحَسِبَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ يَتَّخِذُوا عِبَادِي مِنْ دُونِي أَوْلِيَاءَ
Maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? . . .” QS. Al-Kahfi: 102. (Lihat Syarah Muslim milik Imam Nawawi: 6/93)
DOWNLOAD MP3 SURAH AL KAHFI

Menjadi ibu tunggal itu tidak mudah, tapi anda pasti bisa (bagian dua)

Sekarang anakku sudah masuk umur 7 tahun. Dia makin dewasa. Makin mengerti akan saya yang setiap harinya bekerja untuk membiayai hidup dan sekolahnya. Meski eyang putrinya sayang padanya. Bahkan terkadang memanjakan dirinya. Tapi tidak berarti kita mesti diam saja. Anak akan terbentuk dari apa yang kita usahakan.

Sekarang dia mulai terbiasa dengan kewajiban dan hak-nya di sekolah dan dirumah. Terkadang masih juga harus diingatkan urutannya. Tapi tak apa…itulah proses. Seperti halnya kita dahulu waktu kecil. Perlu proses hingga sampai ke tahap sekarang.

Kalau ingat itu semua, hati ini rasanya makin bersyukur pada Allah SWT, karena berkat nikmat dan karunianya, kami masih bisa mengurusi anak perempuan kami. Tanpa bergantung pada orang lain. Kami berusaha memberi pengertian kepada anak kami, bahwa semua ini adalah proses kehidupan yang mesti dilalui.

Ya Allah…bimbing kami untuk terus berada dijalanMu.. bimbing  kami selalu berada di dekatMu agar terang selalu jalan yang kami lalui dalam kehidupan ini.

Peranan seorang ibu memang berpengaruh besar dalam membentuk karakter si kecil dalam kehidupannya. Jika ingin anak kita baik,maka kita harus baik terlebih dahulu. Jika ingin anak sholehah, kita harus sholehah dulu. Jika ingin anak bisa menjadi penghafal al-Qur’an, kita juga harus bisa menghafal al-Qur’an.

Dulu saya pernah gagal dalam pernikahan, setidaknya saya tak mau lagi gagal dalam mendidik anak. Ya Allah…bimbing kami terus Ya Rabb…

Ingatlah selalu untuk selalu memberikan anak kebebasan dalam bermain, tapi kita wajib mengingatkan agar dia tidak melupakan kewajibannya di sekolah. Ingatlah untuk selalu menjadi sahabatnya dalam suka dan duka. Agar tercipta ikatan emosi yang kuat antara ibu dan anak.

Lain waktu kita akan lanjutkan di bagian selanjutnya. Untuk sekarang, cukup dulu ya…🙂

Sampai jumpa lagi

Menjadi ibu tunggal itu tidak mudah, tapi anda pasti bisa (bagian satu)

Setelah sekian lama, sepertinya saya tergerak untuk mengangkat tema seperti judul diatas. Tulisan ini dibuat untuk para ibu tunggal yang mungkin masih merasa dunia akan runtuh, dan tak tahu akan masa depan. Maaf, bukan bermaksud untuk menyepelekan. Mohon anda semua bisa melihat apa yang kita sudah kita miliki adalah bagian terindah dari nikmat yang diberikan olehNya. Dan sudah sepantasnya kita bersyukur melihat keadaan kita saat ini. Meski kita tahu, tak mudah mengatasinya. Tapi saya tetap yakin, anda pasti bisa.

Awalnya, seperti teman-teman semua, tidak akan suka akan perpisahan dengan pasangan. Apalagi hal ini terjadi di usia pernikahan yang masih sangat muda. Dan biduk bahtera baru saja dikayuh. Tetapi masalah benar-benar menghujam diri, hingga tak kuasa untuk menahan beban seorang diri. Apalagi Papa baru saja wafat di tahun yang sama setelah menikah. Terbayang beratnya. Dan saat itu harapan agar pasangan bisa menjadi seorang suami ideal dan kepala rumah tangga begitu mendesak dan mendera hati ini. Tapi kenyataan berbicara lain. Pasangan tak lagi bisa diandalkan, dan tidak bisa menjadi imam dalam rumah tangga. Apa boleh buat…mungkin perpisahan adalah jalan terbaik.

Saat perpisahan terjadi, yang ada dibenak kita adalah, bagaimana menghadapi hari esok. Bagaimana menghadapi si kecil yang semakin tumbuh dewasa. Bagaimana masa depannya. Kita begitu ketakutan akan masa depan. Padahal kita sendiri sudah ada didalam masa depan itu. Kita lupa betapa selama ini nikmat hidup, nikmat iman, nikmat umur telah kita nikmati tanpa ada yang perlu kita bayar. Semua atas kemurahan Allah Subhanallahu Wata Alla. Jadi untuk apa lagi kita mengkhawatirkan masa depan…karena Allah SWT akan menjamin rezeki untuk kita semua.

Tapi pikiran buruk yang saya ungkapkan tidaklah salah jika itu terjadi pada anda semua. Karena yang kita hadapi bukan masalah biasa. Namun masalah hidup yang sebisa mungkin akan dihindari oleh semuanya. Jadilah kita berprasangka buruk pada semuanya. Dan yang paling parah, kita berprasangka buruk pada Allah SWT…hayooo ngaku…pernah kan mengalami hal itu ?

Saya sendiri telah menjadi ibu selama 7 tahun lebih…durasi yang cukup panjang bagi seseorang menjadi ibu. Durasi ini terasa lebih panjang karena saya menjalaninya seorang diri. Maksudnya tanpa pendamping. Tapi saya bersyukur, ada Mama yang selalu ada disisi saya saat saya susah dan senang.

Saya wanita bekerja, memiliki anak perempuan semata wayang, yang begitu menggemaskan dan kini sudah kelas 2 SD. Anakku begitu mencengangkan. Bahkan hari-harinya terasa penuh keajaiban. Sehingga hidupku begitu berwarna bersama dia. Setiap harinya, aku mengurus si kecil dibantu Mama dan seorang pembantu rumah tangga di rumah. Untuk semua urusan si kecil,saya selalu mengutamakan kemandiriannya. Saya ingin jika dewasa benar-benar mandiri dan tidak tergantung kepada siapapun terutama untuk urusan pribadinya. Saya tidak ingin si kecil manja dan terlalu tergantung sama orang lain.

Ternyata tidak mudah menaklukkan si kecil, awalnya eyang putri selalu memberikan apa yang dia minta. Hmm..sepertinya si kecil dapat dukungan. Terlihat sekali, si kecil menikmatinya. Bahkan setiap kali kusuruh mengerjakan tugas sekolah, dia selalu bertanya pada eyang putrinya. Eyang putrinya selalu membelanya. Bahkan terkadang malah meminta kita ikut membantunya. Memang sii gak ada yang salah dengan membantu si kecil. Tapi karena si kecil terlalu sering dibantu, dia jadi mulai malas dalam mencari jawaban untuk tugasnya sendiri. Misalnya dalam mengerjakan tugasnya, ada bacaan yang harus dibaca, dianalisa dan dicari jawabannya melalui bacaan. Yang pasti dia harus membaca, sementara eyang puteri malah membantunya mencari jawaban di bacaan. Yang terjadi si kecil jadi keenakan. Dan pada tugas selanjutnya dia enggan membaca.

Hal ini, membuat kita para orang tua jadi merasa tidak lagi dihargai. Karena si kecil berani menentang karena merasa dibela eyangnya.

Bersambung ke bagian-2

Tak enaknya ditindas

Tak tahu kenapa…hari ini yang sudah diawali dengan kebaikan, harus berakhir dengan kesedihan.

Bukan kesedihan yang dibuat-buat, atau kesedihan yang tiba-tiba. Namun kesedihan yang awalnya hanya sebuah pembicaraan biasa.

Sesudah menikah, aku memang belum lagi merasakan kebebasan dari hutang-hutang yang membelit sejak aku mengenal KTA. Sulitnya lagi hutang-hutang itu ada sebenarnya karena anjuran dari ex-suami. Setelah terbebas dari hutang di 2 bank swasta, aku hanya sekali mencoba KTA dan itu sepertinya menjadi kekalahanku yang kedua…

Aku sadar, usiaku tidaklah muda lagi. Dan mungkin saja ini adalah hari terakhirku. Tapi aku akan berusaha sekuat tenagaku, aku akan lunasi hutang2ku…dan….tidak akan kenal lagi sama yang namanya KTA…

KTA bukanlah solusi, dia adalah masalah…big problem, penyakit…dari kita yang telah terbiasa malas. Tidak mau usaha…

Tahukah anda…bahwa hutang-hutang kita mungkin adalah balasan dari Allah SWT karena kita mungkin telah lama melalaikannya…mungkin kita lupa mengingatnya saat sholat, atau mungkin kita lupa bahwa kita sering meninggalkan sholat..Mungkin kita  tidak pernah bersyukur.

Penulis bukanlah manusia yang sempurna. Penulis merasa bahwa apa yang dialami saat ini adalah buah dari menghilangkan hak-hak Allah SWT dimasa lalu.

Ampuni kami ya Rabb….ampuni segala dosa-dosa kami….segala dosa-dosa yang membuat rezeki kami terhambat bahkan menyebabkan hutang yang tak kunjung selesai.

Kami mengakui segala nikmat yang telah Kau berikan ya Rabb.. ampuni kami karena kebodohan kami, ampuni kami karena kelalaian kami, ampuni kami karena kami mungkin tiada bersyukur….Ampuuuun yaa Rabb….

Tolong hambamu ini ya Rabb…hanya Engkau Yang Maha Kaya, Yang Maha Pengampun, Yang Maha Kasih Sayang pada semua makhluk di bumi. Tolong kami keluar dari masalah ini. Tolong kami agar terbebas dari hutang-hutang kami.

Kumohon ampunanmu yang Maha Luas, Yang Maha Pengampun wahai Tuhan yang selalu kami sembah….

Kabulkan segala doa..harapan dan permohonan kami.

Amin Yaa Rabbal Alamiin